«

»

May 05

Sistem Kompresi uap

SISTEM KOMPRESI UAP
Daur Kompresi Uap Standar (Teoritis)
        Daur kompresi uap standar merupakan siklus

teoritis, dimana pada siklus tersebut mengasumsikan

beberapa proses sebagai berikut :

  • • 1 – 2 merupakan proses kompresi adiabatik dan

reversibel, dari uap jenuh menuju ke tekanan

kondensor.

  • • 2 – 3 merupakan proses pelepasan kalor reversible

pada tekanan konstan, menyebabkan penurunan

panas lanjut (desuperheating) dan pengembunan

refrigerasi.

  • • 3 – 4 merupakan proses ekspansi unreversibel pada

entalpi konstan, dari fase cair jenuh menuju tekanan

evaporasi.

  • • 4 – 1 merupakan proses penambahan kalor

reversible pada tekanan konstan yang menyebabkan

terjadinya penguapan menuju uap jenuh.

Daur Kompresi Uap Aktual
        Daur kompresi uap yang sebenarnya (aktual)

berbeda dari siklus standard (teoritis). Perbedaan ini

muncul karena asumsi – asumsi yang ditetapkan dalam

siklus standar. Pada siklus aktual terjadi superheat atau

pemanasan lanjut uap refrigeran yang meninggalkan

evaporator sebelum masuk ke kondensor. Pemanasan

lanjut ini terjadi akibat tipe peralatan ekspansi yang

digunakan atau dapat juga karena penyerapan panas

dijalur masuk (suction line) antara evaporator dan

kompresor. Pemanasan lanjutyang terjadi pada

evaporatorjugamerupakansesuatuyang

menguntungkan karena peristiwa ini dapat mencegah

refrigeran yang masih dalam fase cair memasuki

kompresor. Begitu juga dengan refrigeran cair

mengalami subcooling pendinginan lanjut atau bawah

dingin sebelum masuk katup ekspansi atau pipa

kapiler. Pendinginan lanjutyang terjadi pada

kondensor merupakan peristiwa yang normal dan

menguntungkan karena dengan adanya proses ini maka

refrigeran yang memasuki katup ekspansi seluruhnya

dalam keadaan cair, sehingga menjamin efektifitas alat

ini.

Perbedaan yang penting antara daur nyata

(aktual) dan standar terletak pada penurunan tekanan

didalam kondensor dan evaporator. Daur standar

dianggap tidak mengalami penurunan tekanan pada

kondensor dan evaporator, tetapi pada daur nyata

terjadi penurunan tekanan karena adanya gesekan

antara refrigeran dengan dinding pipa. Akibat dari

penurunan tekanan ini, kompresi pada titik 1 dan 2

memerlukan lebih banyak kerja dibandingkan dengan

daur standar.

REFRIGERAN
       Dalam sistem refrigerasi, refrigeran yang ideal

minimal mengikuti sifat- sifat :

1. Tekanan Penguapan positif

Tekanan penguapan positif mencegah kemungkinan

terjadinya kebocoran udara kedalam sistim selama

selama operasi.

2. Tekanan pembekuan yang cukup rendah.

3. Suhu pembekuan harus cukup rendah, agar

pemadatan refrigerant tidak terjadi selama operasi

normal.

4. Daya larut minyak pelumas

Minyak yang digunakan sebagai pelumas dalam

refrigerator, terutama pada sistim, harus mudah

larut, karena bersentuhan lanmgsung dengan

refrigeran.

5. Refrigeran yang murah.

6. Tidak mudah terbakar.

Uap refrigeran tidak boleh terbakar atau

mengakibatkan kebakaran pada setiap konsentrasi

dengan udara.

7. Mempunyai tekanan kondensasi yang tidak terlalu

tinggi, karena dengan tekanan kondensasi yang

tinggi memerlukan kompresor yang besar dan kuat,

juga pipa-pipa harus kuat dan kemungkinan

terjadinya kebocoran sangat besar.

8. Kekuatan dielektrik yang tinggi.

Sifat ini penting untuk kompresor hermetik, karena

uap refrigeran berhubungan langsung dengan

motor.

9. Mempunyai struktur kimia yang stabil, tidak boleh

terurai setiap kali dimampatkan, diembunkan, dan

diuapkan.

Chiller Service

sistem kompresi, siklus kompresi uap, sistem kompresi uap, daur kompresi uap standar