«

»

Jul 06

Teori Dasar Chiller

Teori Dasar Chiller

Chiller

Chiller atauTeknik pendingin adalah ilmu yang mempelajari teknik suatu pertukaran kalor atau panas dari media yang lebih panas ke media yang lebih dingin dan mempertahankannya.

Dalam penggunaannya teknik pendingin dibagi menjadi 3 bagian :

  1.  High Temperature        : temperature evaporator adalah  +3 C s/d +10 C
  2.  Medium Temperature  : temperature evaporator adalah  –10 C s/d +5 C
  3.  Low Temperature         : Dimana temperature evaporator adalah  –40 C s/d 5  0C

Important!

High temperature biasa disebut Air Conditioning ( AC )

Medium dan Low temperature biasa disebut Refrigeration

Dalam aplikasi di lapangan Refrigeration dibagi dalam 3 bagian :

  1. Home appliance refrigeration :   Kulkas, small freezer, dispenser dll
  2. Commercial Refrigeration       :   Commersial Chiller, Show case, Cold storage, dll
  3. Industrial Refrigeration             :   Blast freezer, Brine cooling, Industial Chiller, dll

Important!

Sistem pendinginan dalam teknik pendingin ini ada beberapa macam, diantaranya :

  1. Sistem kompresi uap adalah system pendingin yang menggunakan kompresor sebagai komponen utamanya, condenser, expansion valve dan evaporator.
  2. Sistem absorpsi adalah system yang menggunakan campuran biner sebagai bahan pendinginnya.
  3. Sistem Thermoelektrik adalah system yang menggunakan 2 jenis semi konduktor yang berbeda, yaitu jenis P dan N yang disatukan membentuk satu junction. Semi konduktor  P mempunyai harga yang positif sedangkan semi konduktor N mempunyai harga yang negatif. Pada setiap junction dipasang piringan metal sebagai permukaan perpindahan panas. Salah satu permukaan (Cooled junction) akan menyerap kalor dan bertindak mirip dengan evaporator pada kompresi uap, sedangkan hot junction akan melepas kalor ke lingkungan/udara sekitar yang berfungsi mirip condenser dalam system kompresi uap. Batterai catu daya sumber searah digunakan untuk memberikan arus pada rangkaian analog dengan kompresor.
  4. Sistem Steam jet adalah system pendingin yang menggunakan system refrigerasi konvensional (kompresi uap), secara khusus menggunakan steam ejection / booster. Air digunakan sebagai refrigerant dan efek pendinginan dihasilkan dari penguapan sebagian air di evaporator pada tekanan absolute.
  5. Sistem Tabung Vortex adalah system yang menggunakan suatu alat  yang dapt dipakai untuk pendingin sekaligus untuk pemanas. Sumber energinya adalah udara bertekanan/terkompresi.
  6. dll

Pada aplikasinya system kompresi uap lebih banyak dipergunakan karena sederhana, mudah dalam perawatan dan mudah dalam perbaikan.

Chiller Service

sistem pendingin chiller, teori dasar chiller, teori chiller, teori dasar mesin pendingin, belajar chiller